Mengenal Lebih Dekat Badan Eksekutif Mahasiswa STIKES Panti Rapih

Peran dan fungsi badan eksekutif mahasiswa STIKES Panti Rapih dalam membangun kepemimpinan dan pelayanan kampus.

Di ranah perguruan tinggi, badan eksekutif mahasiswa (BEM) dikenal sebagai jantung aktivitas kemahasiswaan. Di STIKES Panti Rapih, organisasi ini memegang peran penting sebagai jembatan antara mahasiswa dan institusi. Tak hanya sebatas struktur formal, BEM di kampus kesehatan ini menjadi wadah tumbuhnya kepemimpinan dan kepekaan sosial.

Kegiatan mereka tak melulu soal rapat dan program kerja. Sering kali, suasana informal seperti diskusi di kantin atau merancang ide sambil menunggu jam kuliah. Melahirkan gagasan besar yang kemudian diwujudkan dalam program pengabdian. Nuansa inilah yang membuat BEM STIKES Panti Rapih terasa hidup dan relevan.

Struktur dan Fungsi Organisasi

Struktur badan eksekutif mahasiswa STIKES Panti Rapih dibangun atas asas kolaboratif. Di tingkat tertinggi terdapat presiden dan wakil presiden mahasiswa yang memimpin koordinasi antar bidang. Di bawahnya, beberapa divisi bekerja sesuai fokus masing-masing: pengabdian masyarakat, penelitian, komunikasi, hingga minat dan bakat.

Setiap divisi memiliki otonomi dalam merancang kegiatan. Namun, setiap langkah tetap harus mengacu pada visi kampus seperti mendidik tenaga kesehatan yang humanis dan profesional. Koordinasi intensif dilakukan melalui forum rutin, di mana setiap anggota dapat menyampaikan laporan, kendala, dan ide baru secara terbuka.

Kontribusi Nyata di Lingkungan Kampus

Kiprah badan eksekutif mahasiswa STIKES Panti Rapih terasa nyata dalam berbagai kegiatan internal. Mulai dari seminar kesehatan, aksi donor darah, hingga pelatihan soft skill untuk mahasiswa baru. Tak jarang, kolaborasi juga dilakukan dengan organisasi mahasiswa dari kampus lain di Yogyakarta, menciptakan ruang pertukaran ide dan pengalaman.

Menariknya, banyak program yang lahir dari persoalan sehari-hari mahasiswa. Misalnya, inisiatif “Teman Sebaya” yang fokus mendukung kesehatan mental. Ide sederhana namun berdampak besar, karena tumbuh dari empati dan rasa kebersamaan.

Strategi Pengembangan dan Kepemimpinan

Salah satu hal yang menonjol dari badan eksekutif mahasiswa di kampus ini adalah fokusnya pada pengembangan karakter pemimpin muda. Setiap calon anggota baru dibekali dengan pelatihan dasar organisasi, komunikasi efektif, dan problem solving. Pendampingan dilakukan terus-menerus melalui mentoring oleh pengurus senior.

Ritme kegiatan memang padat, namun justru di situlah nilai pembelajarannya. Mahasiswa belajar mengatur waktu, menyusun prioritas, dan bernegosiasi dengan berbagai pihak. Kemampuan ini menjadi bekal penting ketika mereka terjun ke dunia kerja, terutama di bidang pelayanan kesehatan.

Sinergi dengan Pihak Kampus

Kolaborasi antara badan eksekutif mahasiswa dan pihak kampus bersifat simbiotik. Kampus memberikan dukungan administratif dan fasilitas, sementara BEM menjadi mitra strategis dalam menyelenggarakan kegiatan mahasiswa. Proses komunikasi berjalan dua arah, dengan ruang terbuka bagi penyampaian aspirasi maupun evaluasi kebijakan.

Dalam momen tertentu, BEM juga berperan aktif dalam suara kebijakan kampus, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan mahasiswa. Ketika kebijakan baru diperkenalkan, organisasi ini memastikan bahwa perspektif mahasiswa ikut didengar dan dipertimbangkan.

Refleksi atas Peran dan Tantangan

Menjadi bagian dari badan eksekutif mahasiswa STIKES Panti Rapih tidak selalu mudah. Tantangan waktu, perbedaan ide, dan dinamika internal kerap muncul. Namun, di sisi lain, inilah ruang latihan terbaik bagi mahasiswa untuk mengasah empati dan profesionalisme.

Kedepannya, BEM STIKES Panti Rapih diharapkan terus membawa semangat pelayanan dan inovasi. Mereka bukan hanya penggerak kegiatan kampus, tetapi juga representasi nilai-nilai kemanusiaan yang berakar dalam filosofi pendidikan kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *